Tampilkan postingan dengan label books. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label books. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 November 2016

Bukan Masalah Koq... :)

Membeli banyak buku itu bukan masalah koq, karena tak pernah sia-sia mempelajari bagaimana orang lain telah menyia-nyiakan waktunya. 😆😆😆

Rabu, 20 Januari 2016

Anggrek Kalajengking

Anggrek Kalajengking (Arachis flos-aeris) merupakan divisi Magnoliophyta yang pertama kali ditemukan di Minahasa, Sulawesi Utara, tahun 1911. Anggrek Kalajengking membentuk hubungan komensialisme dengan pohon inangnya. Hidup dari keterikatan pada dahan tinggi, mereka mendapatkan sinar matahari dan nutrisi yang cukup. Anggrek ini tidak tumbuh menjadi besar. Karenanya, ia tidak merugikan. Tidak banyak orang mengetahui tanaman ini menghasilkan wangi tipis khas nan elegan. Wangi tersebut berasal dari kelopak bunganya yang paling panjang mirip jari tengah.

Kamis, 14 Mei 2015

Petang....

Seberapa kerap kita menikmati petang? Di dalam petang seperti ada misteri. Tersimpan renungan yang terlelap di belakang kepala. Termasuk penggalan kisah cinta, pemahaman romansa, pengenalan diri, serta ke-aku-an yang kehadirannya terbiaskan hari-hari yang berlari. Petang bisa berwarna jingga, merah muda, ataupun kelam hitam. Serupa cinta yang bisa diberi rasa apa saja... (Aku, Cinta, dan Petang)

WorkHard

Segala di dunia ini berawal dari kemustahilan. Semua terasa tidak mungkin pada awalnya. Namun, segalanya menjadi mungkin dengan kerja keras. (Kutipan dalam buku 'Di Bawah Langit Jakarta')

Bunga...

“Tiap bunga punya makna tersendiri. Tiap bunga beresonansi dengan emosi dan harapan yang ada di dalam hati." Beberapa jiwa yang bersentuhan dengan bunga, mendapati mereka telah diubah sepenuhnya. (Hanakotoba~Bahasa Bunga)

Senin, 29 Desember 2014

Rabu, 21 Mei 2014

Tentang Jiwa....

Apakah jiwa tidak memiliki titik akhir yang tidak ada sesuatu apa pun yang dapat memenuhinya? Dan apakah hidup tidak harus dihitung di antara tujuan akhir jiwa? Dan bukankah jiwa juga memiliki keunggulan yang khas? Dan apakah jiwa itu dapat atau tidak dapat memenuhi tujuan akhirnya sendiri ketika keunggulan khas nya hilang? Dan kita telah mengakui bahwa keadilan merupakan keunggulan jiwa, dan ketidak adilan merupakan kecacatan jiwa? *Dikutip dari buku: Plato Republik