Jumat, 11 Juli 2014
Hati-hati...
Kita hidup di masa ketika maksiat sudah dianggap biasa dan berbagai bentuk kemusyrikan justru menjadi sumber hiburan. Saat iman tengah turun, maka syaithan membisikkan kepada kita untuk ikut terjun dalam dosa karena 'sudah biasa....semua orang melakukannya..' #na'udzubillah....
Janji Gelembung Sabun...
Jikalah janji dapat divisualisasikan sebagai gelembung sabun yang dijadikan mainan kanak-kanak, maka dalam sehari tubuh kita sudah akan basah oleh air sabun. Karena....begitu banyaknya janji yang kita dan orang lain buat, lalu diabaikan begitu saja...
Janji...
Terlalu mudah kedua bibir ini bekerja sama dengan lidah dan mengucapkan, "Aku janji" sementara hati dibiarkan kosong dari iman, sehingga lemah terhadap bujuk rayu syaithan untuk melupakan dan mengingkari saja janji itu. Padahal, saat kita nanti harus pertanggung jawabkan janji itu di akhirat, syaithan sudah lari berlepas tangan...
Pinta dalam Kata....
Wahai Allah Yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui segala dinamisasi jiwa. Segala kata yang terungkap, terbisik, dan tak terucap. Segala mimpi dan keinginan yang terumuskan maupun yang tak sempat dibingkai dalam kata-kata... Duhai Allah Yang Maha Mendengar segala detak jantung harapan hamba-Nya, Engkau Maha Melihat tiap kali kutengadahkan kedua tanganku memohon pada-Mu. Dengan pertolongan-Mu, aku tak kan pernah bosan memohon, mengadu, menangis, meminta, menghiba dan mengeluh sebagai hamba yang lemah hanya pada-Mu. Maka, ampunilah dosa-dosaku, dan kabulkanlah do'a-do'a ku, karena sesungguhnya, tidak ada yang mengampuni dosa dan mengabulkan do'a selain Engkau yaa Allah...
Senin, 30 Juni 2014
Makna....
Jika hidup adalah proses mencari makna, maka obyek utamanya adalah tanda-tanda. Bentuknya bisa apa saja, termasuk orang dengan segala perangainya. Setiap tindakan adalah tanda yang merujuk pada sebuah makna.
Tentang Hati, tentang Batin...
Ibnu Qayyim menjelaskan, "sesungguhnya amalan batin dan hati itu adalah inti utama dari yang dimaksud dengan amal. Adapun amal fisik itu bersifat mengikuti dan menyempurnakan. Niat itu seperti ruh. Sedang amal perbuatan itu seperti fisik anggota tubuh, yang apabila ruh itu meninggalkannya maka akan mati fisik itu. Seperti itu pula amal, bila tidak disertai dengan niat maka gerakan-gerakannya akan sia-sia. Maka mengetahui hal-hal yang terkait dengan hukum-hukum tentang batin lebih penting dari mengetahui hukum tentang lahir. Sebab hati adalah pusaran utamanya."
Wahai Rakyat...
"Kalian tidak berlaku adil pada kami, wahai rakyat. Kalian inginkan dari kami sosok seperti Abu Bakar dan Umar, tapi kalian tidak berbuat (seperti sosok-sosok itu) bersama kami dan bersama diri kalian sendiri." (Khalifah Abdul Malik bin Marwan)
Langganan:
Postingan (Atom)